Argumen tentang Jaminan Keselamatan
Argumen inilah yang sering dipakai oleh pengajar atau gereja yang tidak percaya pada jaminan keselamatan (assurance of salvation). Mereka menganggap pembenaran itu hanyalah kejadian satu kali, tetapi setelah itu, manusia harus berjuang menjaga agar tidak jatuh dalam dosa lagi. Jika tidak, maka keselamatan atau pembenaran itu dianggap bisa hilang.
Menjadi Kebenaran Allah
Mari kita lihat 2 Korintus 5:21. Terjemahan bahasa Indonesia menuliskan:
Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya di dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
— 2 Korintus 5:21
Sekilas terlihat masuk akal, bukan? Kita “hanya” dibenarkan, persis seperti ilustrasi penjahat di persidangan tadi. Tapi saya katakan, terjemahan ini kurang akurat dalam menangkap kedalaman maknanya.
Dalam bahasa aslinya (Yunani) maupun terjemahan bahasa Inggris (NIV, NASB, NKJV), dikatakan bahwa Yesus menjadi dosa (kata benda), dan kita menjadi kebenaran Allah (kata benda). Apakah Anda melihat perbedaannya?
Di dalam Yesus, kita bukan sekadar “dibenarkan” (kata kerja), tetapi kita menjadi kebenaran (kata benda) Allah. Artinya, karya yang Yesus lakukan bukan hanya mengubah status hukum kita pada saat itu, melainkan mengubah identitas kita seutuhnya menjadi orang-orang yang benar dan berkenan di mata Tuhan.
Jadi, semoga keluarga Tuhan bisa mengerti dan paham benar bahwa keselamatan kita bukan sesuatu yang “timbul-tenggelam” tergantung pada perbuatan kita, karena identitas kita telah diubahkan secara permanen di dalam Yesus.
Have a blessed day.

