Kacamatanya Tuhan
Kembali

Memahami Firman Panduan praktis

Bagaimana membaca Alkitab?

Jangan hanya bertanya, “Apa arti ayat ini?” Duduklah cukup lama untuk bertanya, “Apa yang Tuhan tunjukkan kepada saya di sini?”

Mulai membaca bersama
Alkitab terbuka diterangi cahaya pagi

“Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku.”

Mazmur 119:103 · TB

Lebih dari menyelesaikan satu pasal

Alkitab bukan pertama-tama buku informasi tentang Tuhan. Ia adalah kesaksian yang menyatakan diri-Nya.

Di dalamnya ada sejarah, hukum, puisi, silsilah, nubuat, dan surat. Namun melalui semuanya, pikiran, karakter, jalan, dan hati Tuhan sedang diperkenalkan kepada kita.

“Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.”

Mazmur 119:18 · TB

Empat langkah pertama

Mulailah sederhana. Jangan tergesa-gesa.

01

Berdoa

Datang dengan rendah hati: “Singkapkanlah mataku.”

02

Perlahan

Lebih baik lima ayat yang direnungkan daripada lima pasal yang dilewati.

03

Konteks

Baca bagian sebelum dan sesudahnya sebelum menarik kesimpulan.

04

Amati

Catat apa yang benar-benar ada di dalam teks sebelum menafsirkan.

“Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.”

Mazmur 1:2 · TB

Belajar melihat

Enam lensa untuk menggali apa yang ada di dalam teks.

Gunakan lensa-lensa ini sebagai pertanyaan, bukan sebagai jalan untuk memaksakan arti tersembunyi.
01

Alur, tokoh, dan latar

Apa yang terjadi? Siapa yang berbicara atau diam? Di mana dan kapan peristiwa berlangsung?

02

Pengulangan

Kata yang berulang sering menjadi cara penulis menggarisbawahi sesuatu yang penting.

03

Kontras dan urutan

Perhatikan dua jalan, dua respons, serta apa yang terjadi lebih dahulu dan sesudahnya.

04

Gema antarteks

Tanyakan, “Di mana saya pernah mendengar bahasa, gambar, atau pola seperti ini?”

05

Pola Alkitab

Taman, padang gurun, korban, keluaran, kerajaan, dan perhentian berkembang sepanjang kisah.

06

Bahasa asli

Ibrani dan Yunani membantu, tetapi makna sebuah kata tetap ditentukan terutama oleh konteksnya.

Membaca dengan jujur

Biarkan Firman menetapkan batas penafsiran kita.

Jangan mengubah setiap angka, pohon, batu, atau detail menjadi nubuat rahasia. Sebuah pola paling kuat ketika Alkitab sendiri mengulang, mengembangkan, atau menafsirkannya.

Konteks sebelum kesimpulan. Sebelum bertanya, “Apa artinya bagi saya?” tanyakan dahulu, “Apa yang sedang terjadi dan apa yang dimaksud penulis di sana?”

01

Yang teks katakan

02

Yang teks sangat kuat sarankan

03

Yang mungkin merupakan kemungkinan indah

Ketiganya tidak sama. Jangan menyebut kemungkinan sebagai “Tuhan berkata.”

Lihat kepada Tuhan

Apa yang bagian ini tunjukkan tentang Dia?

Apakah Dia kudus, sabar, adil, setia, penuh belas kasih, mendengar yang tertindas, menentang kesombongan, atau mengangkat yang rendah hati?

Lihat ke dalam hati

Apa yang bagian ini singkapkan tentang manusia?

Firman bukan hanya menunjukkan kebodohan mereka dahulu. Ia menjadi cermin sampai kita dapat berkata, “Bapa, aku melihat hal ini juga di dalam diriku.”

Bawa bersama Alkitabmu

Tujuh pertanyaan untuk setiap bacaan.

Tuliskan jawabannya. Tidak harus panjang. Tujuannya bukan terlihat pintar, tetapi belajar melihat dengan jujur dan semakin mengenal Tuhan.

  1. 01

    Apa yang sebenarnya terjadi di sini?

  2. 02

    Kata, pola, atau kontras apa yang diulang?

  3. 03

    Apa yang terjadi sebelum dan sesudah bagian ini?

  4. 04

    Di mana saya pernah melihat bahasa atau pola seperti ini?

  5. 05

    Apa yang bagian ini tunjukkan tentang Tuhan?

  6. 06

    Apa yang bagian ini tunjukkan tentang hati manusia?

  7. 07

    Jika saya sungguh percaya ini, apa yang akan berubah dalam hidup saya?

Dan satu pertanyaan di atas semuanya

“Tuhan, apa yang Engkau ingin aku lihat tentang Engkau di sini?”

Jangan berhenti pada pengetahuan

Tinggallah cukup lama sampai pengertian menjadi sukacita—dan sukacita menjadi ketaatan.

Baca
Amati
Pahami
Hubungkan
Renungkan
Kenal Tuhan
Bersukacita
Taat

Jika kita berhenti pada “paham,” kita bisa menjadi berpengetahuan tetapi dingin. Ketika pengertian menolong kita melihat Tuhan lebih jelas, ketaatan mulai tumbuh dari kasih kepada Bapa yang kita percaya.

Mulailah hari ini

Buka satu bagian pendek. Baca lagi. Perhatikan. Berdoa.

Tidak perlu menambahkan gula ke dalam sarang madu. Firman sudah penuh dengan kekayaan—tinggallah cukup lama untuk mengecapnya.

Gunakan tujuh pertanyaan