Lebih dari menyelesaikan satu pasal
Alkitab bukan pertama-tama buku informasi tentang Tuhan. Ia adalah kesaksian yang menyatakan diri-Nya.
Di dalamnya ada sejarah, hukum, puisi, silsilah, nubuat, dan surat. Namun melalui semuanya, pikiran, karakter, jalan, dan hati Tuhan sedang diperkenalkan kepada kita.
“Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.”
Mazmur 119:18 · TB
Empat langkah pertama
Mulailah sederhana. Jangan tergesa-gesa.
Berdoa
Datang dengan rendah hati: “Singkapkanlah mataku.”
Perlahan
Lebih baik lima ayat yang direnungkan daripada lima pasal yang dilewati.
Konteks
Baca bagian sebelum dan sesudahnya sebelum menarik kesimpulan.
Amati
Catat apa yang benar-benar ada di dalam teks sebelum menafsirkan.
“Tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.”
Mazmur 1:2 · TB
Belajar melihat
Enam lensa untuk menggali apa yang ada di dalam teks.
Gunakan lensa-lensa ini sebagai pertanyaan, bukan sebagai jalan untuk memaksakan arti tersembunyi.Alur, tokoh, dan latar
Apa yang terjadi? Siapa yang berbicara atau diam? Di mana dan kapan peristiwa berlangsung?
Pengulangan
Kata yang berulang sering menjadi cara penulis menggarisbawahi sesuatu yang penting.
Kontras dan urutan
Perhatikan dua jalan, dua respons, serta apa yang terjadi lebih dahulu dan sesudahnya.
Gema antarteks
Tanyakan, “Di mana saya pernah mendengar bahasa, gambar, atau pola seperti ini?”
Pola Alkitab
Taman, padang gurun, korban, keluaran, kerajaan, dan perhentian berkembang sepanjang kisah.
Bahasa asli
Ibrani dan Yunani membantu, tetapi makna sebuah kata tetap ditentukan terutama oleh konteksnya.
Membaca dengan jujur
Biarkan Firman menetapkan batas penafsiran kita.
Jangan mengubah setiap angka, pohon, batu, atau detail menjadi nubuat rahasia. Sebuah pola paling kuat ketika Alkitab sendiri mengulang, mengembangkan, atau menafsirkannya.
Konteks sebelum kesimpulan. Sebelum bertanya, “Apa artinya bagi saya?” tanyakan dahulu, “Apa yang sedang terjadi dan apa yang dimaksud penulis di sana?”
Yang teks katakan
Yang teks sangat kuat sarankan
Yang mungkin merupakan kemungkinan indah
Lihat kepada Tuhan
Apa yang bagian ini tunjukkan tentang Dia?
Apakah Dia kudus, sabar, adil, setia, penuh belas kasih, mendengar yang tertindas, menentang kesombongan, atau mengangkat yang rendah hati?
Lihat ke dalam hati
Apa yang bagian ini singkapkan tentang manusia?
Firman bukan hanya menunjukkan kebodohan mereka dahulu. Ia menjadi cermin sampai kita dapat berkata, “Bapa, aku melihat hal ini juga di dalam diriku.”
Bawa bersama Alkitabmu
Tujuh pertanyaan untuk setiap bacaan.
Tuliskan jawabannya. Tidak harus panjang. Tujuannya bukan terlihat pintar, tetapi belajar melihat dengan jujur dan semakin mengenal Tuhan.
- 01
Apa yang sebenarnya terjadi di sini?
- 02
Kata, pola, atau kontras apa yang diulang?
- 03
Apa yang terjadi sebelum dan sesudah bagian ini?
- 04
Di mana saya pernah melihat bahasa atau pola seperti ini?
- 05
Apa yang bagian ini tunjukkan tentang Tuhan?
- 06
Apa yang bagian ini tunjukkan tentang hati manusia?
- 07
Jika saya sungguh percaya ini, apa yang akan berubah dalam hidup saya?
“Tuhan, apa yang Engkau ingin aku lihat tentang Engkau di sini?”
Jangan berhenti pada pengetahuan
Tinggallah cukup lama sampai pengertian menjadi sukacita—dan sukacita menjadi ketaatan.
Jika kita berhenti pada “paham,” kita bisa menjadi berpengetahuan tetapi dingin. Ketika pengertian menolong kita melihat Tuhan lebih jelas, ketaatan mulai tumbuh dari kasih kepada Bapa yang kita percaya.

