Musa dan Hukum Taurat
Musa adalah simbol dari hukum Taurat.
Hukum tidak bisa membawa kita masuk ke tanah perjanjian, tempat istirahat kita. Di mata Musa (hukum), setiap pelanggaran adalah tindakan pemberontakan terhadap Tuhan. Tuhan telah berjanji bahwa generasi kedua Israel akan memasuki tanah perjanjian, tetapi Musa tetap melihat mereka sebagai pemberontak (Bilangan 20:10).
Hanya Yesus (Yosua) yang bisa membawa Israel dan kita masuk ke dalam istirahat, yaitu istirahat dari perbuatan—berhenti mencoba mendapatkan perkenanan Tuhan melalui perbuatan kita.
Sebuah Pola Ilahi
Jadi, yang kita lihat adalah sebuah pola Ilahi:
- Yesus mati di kayu salib (Passover Lamb) untuk membebaskan kita dari belenggu dosa (Israel bebas dari perbudakan Mesir).
- Tuhan membimbing kita dalam pengenalan dan kepercayaan akan Dia (manna dan air di padang gurun).
- Melalui hukum Taurat-Nya, kita makin mengenal Tuhan (apa yang menyenangkan/mendukakan hati-Nya).
- Melalui Yesus, kita hidup berdasarkan hukum Kasih Karunia, di mana kita dibenarkan di hadapan Bapa.
Istirahat dari Perbuatan
Inilah istirahat dari perbuatan (rest from works).
Ibrani 4:10
Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya.
Selamat menikmati berkat-berkat Tuhan!

