Kacamatanya Tuhan
Kembali
Seorang gembala menjaga kawanan domba yang beristirahat di tepi air tenang dalam lembah hijau

RENUNGAN NO. 37 DAMAI & PERHENTIAN

Mei Menuchot: Air-Air Perhentian Tuhan

Mei Menuchot menggambarkan kedamaian batin dan tempat aman yang Tuhan sediakan bagi jiwa di tengah dunia yang bising dan penuh kecemasan.

01

Mei Menuchot

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang.

Mazmur 23:1–2

Air yang tenang, dalam bahasa Ibrani disebut Mei Menuchot.

Mei = Air

Menuchot = Bukan sekadar tenang, melainkan peristirahatan, kedamaian, atau tempat tinggal yang aman.

Mei Menuchot adalah simbol dari kedamaian batin yang Tuhan tawarkan di tengah dunia yang bising dan penuh kecemasan.

02

Damai di Tengah Pergumulan

Mungkin pagi ini ada kekhawatiran yang belum terjawab, doa yang belum terkabul, atau pergumulan yang masih berlangsung.

Namun ingatlah, damai sejahtera tidak datang karena semua masalah sudah selesai. Damai sejahtera datang karena Sang Gembala masih memegang tangan kita.

03

Berhentilah Sejenak

Hari ini, berhentilah sejenak.

Tarik napas dalam-dalam.

Pandanglah kepada Tuhan.

Biarkan Dia menuntunmu ke air-air perhentian, tempat jiwamu kembali diingatkan bahwa Tuhan tetap setia, tetap berkuasa, dan tetap menjaga anak-anak-Nya. Karena jiwa yang beristirahat di dalam Tuhan akan memiliki kekuatan untuk menghadapi apa pun yang ada di depannya.

🤍 Tuhan, kami mohon tuntunlah kami hari ini ke air-air perhentian-Mu, agar hati kami tenang dan percaya sepenuhnya kepada-Mu.

Have a blessed day, my family in Christ.

LANJUTKAN PERJALANAN

Temukan renungan lain untuk langkah hidupmu.

Kembali ke semua renungan