Kacamatanya Tuhan
Kembali
Seorang pria yang disembuhkan berdiri penuh sukacita di gerbang Bait Allah yang terang

RENUNGAN NO. 19 PENGHARAPAN

Kisah dari Kisah Para Rasul 3

Tetaplah nantikan Tuhan di pintu hadirat-Nya; pada waktu yang tepat, perjumpaan dengan kasih-Nya memulihkan hidup.

Seorang pria lumpuh sejak lahir.
Setiap hari, ia dibawa untuk mengemis di gerbang Bait Allah.
Selama lebih dari 40 tahun, ia terjebak dalam tubuh yang kaku; ia tidak pernah tahu rasanya kekuatan otot kaki untuk sekadar berdiri, apalagi melompat.

01

Gerbang yang Dinamakan “Indah”

Hari demi hari, ia menadahkan tangan di gerbang yang dinamakan “Indah”.
Namun, mungkin di dalam hatinya ia sering mengeluh.
Bagaimana ia bisa melihat “keindahan” dunia jika hidupnya hanya sebatas debu di lantai dan ketergantungan pada belas kasihan orang asing?

02

Waktu yang Tepat

Namun, ada sebuah rahasia ilahi di balik nama gerbang tersebut.
Dalam bahasa Yunani, gerbang itu disebut Ωραία (Hōraia), yang juga mengandung arti “waktu yang tepat”.

Di sana, dalam kelumpuhan yang sudah puluhan tahun, pria ini akhirnya sampai pada “waktu yang tepat” itu.
Perjumpaannya dengan kasih Tuhan melalui Petrus dan Yohanes seketika mengubah seluruh sisa hidupnya.
Kesembuhan yang ia terima dari Tuhan membuatnya melonjak berdiri, berjalan kian kemari, dan melompat-lompat sambil memuji Allah. (ayat 8)

03

Tetaplah Nantikan Tuhan

Mungkin hari-harimu saat ini terasa menyesakkan.
Masalah yang datang silih berganti membuatmu merasa “lumpuh” di hadapan dunia.
Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, hingga engkau mungkin sudah lupa bagaimana rasanya melangkah dengan penuh sukacita.

Tetapi jangan menyerah.
Tetaplah nantikan Tuhan di pintu hadirat-Nya.
Pada satu “waktu yang tepat” (Hōraia), perjumpaan dengan kasih Allah pasti akan memulihkan dan mengubahkan hidupmu sepenuhnya.

Shallom, keluarga besarku dalam Tuhan.

LANJUTKAN PERJALANAN

Temukan renungan lain untuk langkah hidupmu.

Kembali ke semua renungan