Hikmat Tuhan ternyata bukan sekadar membuat kita tahu lebih banyak tentang Alkitab.
Hikmat Tuhan mengubah cara kita menjalani hidup.
“Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran—setiap jalan yang baik.”
— Amsal 2:9
Ada tiga kata yang indah di sini.
Tsedeq — Hidup dalam Hubungan yang Benar
Seorang anak mungkin tetap disebut anak, tetapi ketika ia terus menolak perkataan ayahnya, ada sesuatu yang tidak benar dalam hubungan mereka.
Demikian juga dengan kita.
Kita tidak mungkin memperbaiki sendiri hubungan kita dengan Bapa di Surga. Dosa telah memisahkan manusia dari-Nya. Karena itulah Yesus datang.
Di kayu salib, Dia menanggung dosa kita dan mendamaikan kita dengan Bapa.
Jadi tsedeq dimulai bukan dari, “Aku sudah hidup cukup baik.”
Tetapi dari pengakuan:
“Aku dapat berdiri benar di hadapan Tuhan karena apa yang telah Yesus lakukan bagiku.”
Mishpat — Berlaku Adil terhadap Sesama
Ketika kita mulai mengenal hati Tuhan, hikmat-Nya mengajar kita melihat orang lain dengan benar: tidak memutarbalikkan keadaan demi kepentingan sendiri, tidak berat sebelah, dan tidak menggunakan orang lain untuk keuntungan kita.
Mesharim — Kelurusan Hati
Bukan hanya tindakan kita yang terlihat benar, tetapi hati kita pun tidak bengkok.
Karena seseorang bisa berbicara dengan sangat rohani, melakukan banyak hal yang terlihat baik, bahkan terlihat sangat suci di hadapan orang lain...
tetapi Tuhan melihat apa yang tersembunyi di dalam hati.
Itulah sebabnya Yesus begitu keras terhadap kemunafikan.
Tuhan tidak hanya ingin memperbaiki apa yang kita lakukan.
Dia ingin meluruskan siapa kita di dalam.
Hikmat yang Akhirnya Menjadi Penjaga
Ketika seorang anak masih kecil, ayahnya memegang tangannya.
Ia menjaga anak itu supaya tidak berlari ke jalan, tidak menyentuh sesuatu yang berbahaya, dan tidak pergi bersama orang yang salah.
Tetapi anak itu tidak akan selamanya kecil.
Seraya ia bertumbuh, perkataan ayahnya mulai tinggal di dalam dirinya.
Suatu hari sang ayah tidak perlu lagi berdiri di sampingnya untuk berkata:
“Jangan ke sana.”
Anak itu sendiri sudah tahu:
“Ayah pernah mengajariku bahwa jalan itu berbahaya.”
Inilah salah satu keindahan hikmat Tuhan.
Pada awalnya Tuhan menjaga langkah kita.
Tetapi semakin perkataan-Nya tinggal dalam hati kita, hikmat yang Dia berikan mulai menjaga kita dari dalam.
“Kebijaksanaan akan memelihara engkau, dan pengertian akan menjaga engkau.”
— Amsal 2:11
Hikmat menjaga kita dari perkataan yang menyesatkan.
Hikmat menjaga kita dari pergaulan yang membawa kita menjauh dari Tuhan.
Hikmat bahkan menjaga kita dari keinginan hati kita sendiri yang dapat menyeret kita ke jalan yang salah.
Bukan karena kita menjadi manusia yang tidak mungkin salah.
Tetapi karena kita semakin mengenal suara Bapa kita.
Pertanyaan untuk Hari Ini
Mungkin itulah pertanyaan yang baik untuk kita bawa pagi ini:
Apakah saya hanya meminta Tuhan menjaga hidup saya, atau saya juga sungguh-sungguh mencari hikmat-Nya supaya saya belajar berjalan bersama-Nya?
Sebab tujuan hikmat bukan sekadar supaya kita mengetahui mana jalan yang benar.
Tujuannya adalah supaya kita semakin mengenal Tuhan, mempercayai-Nya, dan dengan sukacita memilih berjalan di jalan-Nya.
Hari ini, di tengah pekerjaan, kesibukan, keputusan, dan berbagai suara yang berebut perhatian kita...
ingatlah:
Terus dengarkan perkataan-Nya.
Terus cari hikmat-Nya.
Terus kenali hati-Nya.
Sebab semakin kita mengenal Bapa kita, semakin kita mengerti jalan-Nya.
Dan semakin kita mengerti jalan-Nya,
semakin hikmat-Nya menjaga langkah kita.

