Kacamatanya Tuhan
Kembali
Seorang ayah tersenyum lembut saat anaknya berjuang menyelesaikan puzzle kayu sendiri

RENUNGAN NO. 6 IMAN & KEPERCAYAAN

Kasih yang Sempurna Tahu Waktu yang Sempurna

Kadang Bapa menunggu bukan karena kejam, tetapi karena Ia lebih mengutamakan pertumbuhan daripada kenyamanan sesaat.

Sahabat dan keluarga dalam Kristus,

Kenapa kita membaca Alkitab?

Yaitu agar kita mengerti hati Sang Penulis.
Kita mengenal Dia melalui firman-Nya.

Yohanes 11 memberi contoh indah tentang isi hati Tuhan.

Yesus mengasihi Lazarus, namun Dia tidak langsung datang menyembuhkannya.

Sebaliknya, Ia menunggu dua hari, hingga Lazarus mati.

Mengapa? Karena kasih yang sempurna tahu waktu yang sempurna.

✅ Jika Yesus langsung datang, orang hanya akan melihat kesembuhan.

Tapi karena Dia menunggu, mereka menyaksikan kebangkitan.

01

Izinkan Saya Berbagi Perumpamaan

Seorang ayah melihat anaknya kesulitan menyusun puzzle.

Anaknya menangis, “Papa, tolong sekarang!”

Tapi sang ayah menunggu — bukan karena kejam,
melainkan karena dia lebih mengutamakan pertumbuhan anaknya daripada kenyamanan sesaat.

Ketika akhirnya sang anak berhasil,
ia melihat ayahnya tersenyum.

Ayah itu tidak pernah pergi — hanya tidak membantu karena sedang melatih anaknya untuk bersukacita penuh.

02

Jika Kamu Sedang Bergumul

Jadi jika kamu sedang bergumul, dan bertanya:

“Kenapa Bapa di Surga belum menolongku?”

Mungkin karena Dia sedang mengajarimu sesuatu.

Bukan hanya untuk kesembuhan,
tapi untuk kebangkitan.

Tetap kuat dalam iman kepada Kristus.
Damai Tuhan sertamu.

LANJUTKAN PERJALANAN

Temukan renungan lain untuk langkah hidupmu.

Kembali ke semua renungan