Kacamatanya Tuhan
Kembali
Seorang berdiri dengan tangan terbuka menghadap cahaya fajar sementara sebuah peti harta kecil ditinggalkan di belakangnya

RENUNGAN NO. 40 SYUKUR & KEPUASAN

Jujur Yuk dengan Hati Kita… Harta atau Tuhan?

Pertanyaan terdalamnya bukan apakah memiliki harta itu salah, melainkan apakah hati kita lebih menginginkan pemberian Tuhan atau Tuhan sendiri.

Ada satu doa Daud yang selalu membuatku terdiam.

01

Bagiku, Engkaulah Bagianku

Sedangkan aku, dalam kebenaran akan memandang wajah-Mu; ketika aku bangun, aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu.

Mazmur 17:15

Daud tidak meminta agar dirinya menjadi orang paling kaya. Bahkan ia berkata di ayat 14,

“Tuhan, biarlah orang-orang yang menjadikan dunia sebagai bagiannya menikmati semua yang dunia bisa berikan. Biarlah mereka kenyang dengan harta, dan meninggalkannya sebagai warisan bagi anak-anak mereka.”

Lalu Daud menutup doanya dengan kalimat yang begitu indah,

“Tetapi bagiku… bagianku adalah Engkau. Aku ingin memandang wajah-Mu. Aku ingin dipuaskan oleh hadirat-Mu.”

02

Dua Hati yang Sangat Berbeda

Betapa kontrasnya dua hati itu.

Yang satu puas ketika gudangnya penuh.

Yang satu lagi baru merasa penuh ketika berjumpa dengan Tuhan.

Pertanyaannya bukanlah, “Apakah memiliki harta itu salah?” Tentu tidak. Harta adalah berkat yang dapat Tuhan percayakan.

03

Pertanyaan yang Lebih Dalam

Pertanyaannya jauh lebih dalam.

Jika Tuhan memintamu memilih hanya satu… apakah hatimu lebih menginginkan semua yang bisa diberikan dunia, atau menginginkan Dia sendiri?

Karena pada akhirnya, surga bukanlah emasnya, bukan jalannya, bukan mahkotanya.

Surga adalah tempat di mana kita akhirnya melihat Dia yang selama ini kita kasihi.

Kiranya ketika hari itu tiba, kita dapat berkata seperti Daud,

“Tuhan, Engkaulah bagianku. Engkau sudah lebih dari cukup bagiku.” ❤️

LANJUTKAN PERJALANAN

Temukan renungan lain untuk langkah hidupmu.

Kembali ke semua renungan