Mari kita berhenti dari kesibukan dan berpikir dengan tenang sebentar:
Bukan Hubungan Transaksional
Bayangkan seorang ayah berkata pada anaknya, “Kalau nilaimu jelek, kamu tidak boleh makan.” Apakah itu ayah yang baik? Tentu tidak.
Atau sebaliknya, seorang anak berkata, “Kalau nilaiku bagus, Papa wajib belikan aku mainan.” Ini adalah hubungan transaksional (seperti jual-beli), dan itu bukanlah hati Tuhan kita.
Hati Bapa Kita
Hati Bapa kita (Mishpachah) adalah hati yang selalu menyediakan bagi anak-anak-Nya, bahkan lebih dari yang kita minta. Namun, sebagai Bapa yang baik, Ia juga akan mendisiplinkan kita dengan tegas—terutama saat kita mengabaikan perintah-Nya.
Mengapa? Bukan karena Ia ingin sesuatu yang buruk terjadi pada kita, tetapi karena perintah-Nya adalah Kehidupan.
Ingat ketika kita kecil? Orang tua berpesan: “Jangan main api, nanti rumah terbakar.” Apa jadinya jika kita terus membangkang?
Begitu juga dengan Tuhan. Dia hanya menginginkan yang terbaik bagi kita. Dia ingin kita benar-benar HIDUP, bukan sekadar bertahan hidup (surviving), melainkan hidup yang berkelimpahan dan penuh syukur atas segala penyediaan-Nya.
Berjalan Bersama Tuhan
Mari kita berhenti “bertransaksi” dengan Tuhan dan mulai berjalan bersama-Nya sebagai anak-anak-Nya.
Bagi yang belum mengerti bagaimana “berjalan bersama Tuhan”, berdoalah dan Dia akan menjawab.
Have a blessed day.

