Kacamatanya Tuhan
Kembali
Seorang ayah berjalan bersama anaknya melalui jalan pedesaan yang terang

RENUNGAN NO. 18 MENGENAL KARAKTER TUHAN

Berjalan Bersama Tuhan, Bukan Bertransaksi

Mari berhenti bertransaksi dengan Tuhan dan mulai berjalan bersama-Nya sebagai anak-anak-Nya.

Saudara-saudariku terkasih dalam Kristus,

Siapa yang ingin diberkati dan hidup berkelimpahan?

Mari kita berhenti dari kesibukan dan berpikir dengan tenang sebentar:

01

Bukan Hubungan Transaksional

Bayangkan seorang ayah berkata pada anaknya, “Kalau nilaimu jelek, kamu tidak boleh makan.” Apakah itu ayah yang baik? Tentu tidak.

Atau sebaliknya, seorang anak berkata, “Kalau nilaiku bagus, Papa wajib belikan aku mainan.” Ini adalah hubungan transaksional (seperti jual-beli), dan itu bukanlah hati Tuhan kita.

02

Hati Bapa Kita

Hati Bapa kita (Mishpachah) adalah hati yang selalu menyediakan bagi anak-anak-Nya, bahkan lebih dari yang kita minta. Namun, sebagai Bapa yang baik, Ia juga akan mendisiplinkan kita dengan tegas—terutama saat kita mengabaikan perintah-Nya.

Mengapa? Bukan karena Ia ingin sesuatu yang buruk terjadi pada kita, tetapi karena perintah-Nya adalah Kehidupan.

Ingat ketika kita kecil? Orang tua berpesan: “Jangan main api, nanti rumah terbakar.” Apa jadinya jika kita terus membangkang?

Begitu juga dengan Tuhan. Dia hanya menginginkan yang terbaik bagi kita. Dia ingin kita benar-benar HIDUP, bukan sekadar bertahan hidup (surviving), melainkan hidup yang berkelimpahan dan penuh syukur atas segala penyediaan-Nya.

03

Berjalan Bersama Tuhan

Mari kita berhenti “bertransaksi” dengan Tuhan dan mulai berjalan bersama-Nya sebagai anak-anak-Nya.

Bagi yang belum mengerti bagaimana “berjalan bersama Tuhan”, berdoalah dan Dia akan menjawab.

Have a blessed day.

LANJUTKAN PERJALANAN

Temukan renungan lain untuk langkah hidupmu.

Kembali ke semua renungan