Kacamatanya Tuhan
Kembali
Seseorang mengangkat tangan dalam syukur menghadap matahari terbit di atas pegunungan

RENUNGAN NO. 11 PUJIAN & PENYEMBAHAN

Barukh Atah Adonai

Engkau, ya TUHAN, adalah mata air kehidupan, kebaikan, dan segala yang aku butuhkan.

Barukh Atah Adonai
(בָּרוּךְ אַתָּה יְהוָה)

Shalom alekha (damai sertamu), keluarga dalam Kristus.

Pernahkah kamu mendengar frasa ini dalam bahasa Ibrani?
Frasa ini muncul di awal hampir setiap doa atau berkat dalam tradisi Yahudi:

“Barukh Atah Adonai” — yang terjemahan kata per kata menjadi “Diberkatilah Engkau, ya TUHAN.”

Sekilas, bila kita pakai cara pikir modern, frasa ini terdengar aneh.
Bagaimana mungkin kita bisa memberkati Tuhan?
Bukankah justru Dia yang memberkati kita?

Namun di sinilah letak keindahannya:
Dalam cara pikir Ibrani, kalimat ini disusun tidak seperti bahasa modern.
Kalimatnya dimulai dari hasil akhirnya — “Barukh” (Diberkati) — kemudian menyebut subjeknya — “Atah Adonai” (Engkau, ya TUHAN).

Artinya, berkat ini bukan kita yang memberi sesuatu kepada Tuhan,
melainkan sebuah pengakuan penuh hormat bahwa Dialah sumber dari segala berkat.
Seolah-olah kita sedang menyatakan dengan penuh kekaguman dan kerendahan hati:

“Engkau adalah sumber segala berkat, ya TUHAN.”

Jadi hari ini, di mana pun kamu berada, mari ucapkan kalimat ini bersama—
bukan hanya dengan bibirmu, tapi juga dengan hatimu:

Barukh Atah Adonai.

“Engkau, ya TUHAN, adalah mata air kehidupan, kebaikan, dan segala yang aku butuhkan.”

Semoga damai dan berkat Tuhan selalu bersertamu keluarga yang kudus.

LANJUTKAN PERJALANAN

Temukan renungan lain untuk langkah hidupmu.

Kembali ke semua renungan