Pendeta kedua, dengan khotbahnya yang berapi-api, mengajarkan bahwa rutin mengikuti kebaktian gerejanya secara langsung merupakan tanda bahwa seseorang adalah milik Tuhan. Mereka yang tidak memelihara “Sabat” dengan datang beribadah di gereja dianggap tidak menunjukkan identitas sebagai warga surga.
Namun, apakah keselamatan kita benar-benar ditentukan oleh kualitas ketaatan dan kehadiran kita di gereja?
Di dalam Dia
Tidakkah kita menyadari apa yang Paulus katakan dalam Efesus 1:4?
Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya.
— Efesus 1:4
Perhatikan kata-katanya: di dalam Dia.
Kebenaran yang melampaui ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi bukanlah kebenaran yang berasal dari usaha kita untuk menjadi lebih disiplin, lebih religius, atau lebih taat daripada mereka. Kebenaran kita di hadapan Bapa di surga berasal dari Yesus.
Kita tidak diterima oleh Bapa karena kualitas ketaatan kita cukup baik. Kita diterima karena berada di dalam Kristus. Kesempurnaan-Nya menjadi dasar penerimaan kita, bukan pencapaian rohani kita.
Pola Perwakilan dan Perjanjian
Dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, Tuhan selalu bekerja melalui pola perwakilan dan perjanjian. Melalui wakil yang dipilih-Nya, orang lain menerima bagian dalam berkat-Nya.
Melalui Abraham, keturunannya menerima berkat perjanjian Tuhan.
Melalui Israel, bangsa-bangsa dapat mengenal Tuhan.
Melalui Daud, bangsa Israel menikmati kesejahteraan di bawah pemerintahan yang diberkati Tuhan.
Dan pada puncaknya, melalui Yesus Kristus, kita menerima keselamatan, diangkat menjadi anak-anak Tuhan, dan menjadi ahli waris Kerajaan Surga.
Kita tidak menerima surga karena ketaatan kita telah mencapai standar tertentu. Kita menerimanya karena kita tinggal di dalam Kristus.
Urutannya Tidak Boleh Dibalik
Yesus memang berkata bahwa orang yang mengasihi-Nya akan menaati perintah-Nya. Namun urutannya tidak boleh dibalik.
Kasih kepada Yesus melahirkan ketaatan. Ketaatan bukan syarat agar Yesus menerima kita, melainkan buah dari kehidupan yang telah kita terima di dalam Dia.
Ketaatan bukan tiket masuk surga. Yesus Kristuslah jalan masuk kita kepada Bapa.
Kebenaran kita bukan berasal dari kualitas pekerjaan kita, melainkan dari Yesus dan pekerjaan-Nya yang telah sempurna.
Ketaatan kita bukan untuk mengejar agar diselamatkan. Kita belajar taat karena di dalam Kristus kita telah diselamatkan.

