Kacamatanya Tuhan
Kembali
Seorang pria kaya berdiri termenung sementara seorang sederhana berdoa dengan tangan kosong di dekat gerbang

RENUNGAN NO. 12 KERENDAHAN HATI

Kaya atau Miskin di Hadapan Allah?

Miskin di hadapan Allah berarti sadar bahwa tanpa Tuhan, aku tidak punya apa-apa.

Tuhan Yeshua memandang murid-murid-Nya dan berkata dengan lembut namun menusuk:

“Alangkah sukarnya orang yang beruang masuk ke dalam Kerajaan Allah!”

Markus 10:23

Apa yang membuat ucapan ini mengejutkan?

Dalam budaya Yahudi, kekayaan sering dilihat sebagai tanda berkat dari Tuhan.
Bukankah Abraham kaya? Daud pun berlimpah? Maka murid-murid pun heran, “Kalau yang kaya saja susah masuk, siapa yang bisa diselamatkan?”

Tetapi lihatlah — Yeshua bukan sedang menyerang harta.
Ia sedang menyentuh kedalaman hati. Ia sedang bertanya:

“Apa yang kamu andalkan?”

Apakah kamu menggenggam hartamu lebih erat daripada kamu menggenggam tangan Tuhan?
Apakah kamu merasa aman karena saldo rekeningmu… atau karena tangan Bapa yang menopangmu?

Karena Kerajaan Allah hanya dapat diterima oleh mereka yang bersandar penuh pada belas kasihan Tuhan,
bukan pada kekuatan atau prestasi diri.

01

Kekayaan Jiwa

Tetapi Yeshua berbicara lebih dalam lagi.

Ia sedang berbicara tentang kekayaan jiwa.
Tentang orang-orang yang merasa kaya secara rohani.
Orang yang berkata dalam hatinya, “Saya sudah cukup baik. Saya sudah tahu. Saya sudah pantas.”

Tetapi Yesaya berkata:

“Semua kebenaran kami seperti kain kotor…”

Yesaya 64:6

Dan Tuhan Yeshua berkata:

“Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga.”

Matius 5:3

Miskin di sini bukan berarti putus asa,
tetapi sadar bahwa tanpa Tuhan, aku tidak punya apa-apa.

02

Maka Renungkan Ini

Apakah kamu datang kepada Tuhan seperti pengemis, atau seperti pengacara yang membela diri?

Apakah kamu berkata, “Tuhan, kasihanilah aku yang berdosa,” atau “Tuhan, lihatlah betapa baiknya aku melayani-Mu”?

Apakah hatimu kosong dan siap diisi oleh anugerah?
Atau penuh dengan pencapaian dan rasa cukup?

03

Kesimpulan

Orang yang merasa kaya — baik secara harta maupun rohani — akan sulit masuk.
Bukan karena Tuhan menutup pintu,
tetapi karena mereka tidak merasa perlu untuk masuk.

Mereka berdiri di luar gerbang,
menolak undangan pesta karena mereka pikir mereka sudah punya cukup pesta sendiri.

Jadi sekali lagi, aku bertanya kepadamu — dan tanyakan ini kepada jiwamu:

“Apakah aku kaya… atau aku miskin di hadapan Tuhan?” “Apakah aku masih membutuhkan Dia… atau hanya memakai Dia?”

Karena hanya yang miskin di dalam roh akan mewarisi Kerajaan yang tidak terguncangkan.

LANJUTKAN PERJALANAN

Temukan renungan lain untuk langkah hidupmu.

Kembali ke semua renungan