Di Dalam Gereja, Ada Dua Jalan
Mari kita bawa lirik itu ke konteks masa kini:
“Di dalam gereja, ada dua jalan: sombong dan kasih. Mana kau pilih?”
Pengetahuan Tanpa Kasih
Sering kali, ada pengajar maupun gereja yang terjebak hanya mengejar pengetahuan semata. Seolah-olah kedalaman intelektual adalah satu-satunya jalan keselamatan. Namun, bukan itu yang dimaksud oleh Tuhan. Dalam 1 Korintus 13, Paulus dengan tegas menyatakan bahwa sekalipun kita mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan, jika kita tidak mempunyai kasih, kita sama sekali tidak berguna.
Pengetahuan cenderung membuat orang menjadi sombong, tetapi kasih membangun.
Periksa Hati Kita
Coba periksa hati kita masing-masing. Apakah hari-hari yang kita lewatkan di dalam gereja justru membuat kita semakin meninggikan diri dan memandang rendah orang lain? Mungkin terlintas di pikiran: “Saya tahu banyak tentang Yesus, silsilah-Nya, hingga tahun-tahun penting di Alkitab—tidak seperti mereka yang malas belajar.” Atau, “Saya setia beribadah, rajin perpuluhan, dan memuji dengan khidmat—tidak seperti jemaat sebelah yang ibadahnya seperti disko.”
Jika itu yang terjadi, kita sedang menempuh jalan yang salah.
Pengenalan yang Benar akan Tuhan
Semakin kita mengenal Tuhan, seharusnya kita semakin sadar bahwa diri kita sendiri adalah pendosa paling parah. Kita melihat bahwa diri kita sendiri tidak layak di hadapan-Nya, dan hanya oleh karena Yesuslah kita dilayakkan. Pengenalan yang benar akan Dia tidak akan membuat kita fokus memoles citra diri, melainkan menggerakkan kita untuk melihat orang lain lebih penting daripada diri sendiri—sehingga fokus kita beralih dari menghakimi menjadi melayani mereka yang membutuhkan.
Pertanyaan untuk Kita
Sudahkah kasih menjadi navigasi utama dalam pelayanan kita hari ini?

