Kacamatanya Tuhan
Kembali
Abram mengangkat tangan menolak harta seorang raja sementara roti dan anggur tersedia di dekat Melkisedek

RENUNGAN NO. 34 IMAN & KEPERCAYAAN

Di Balik Kebenaran Abram: Sebuah Pilihan Radikal

Abram tidak dibenarkan karena berhasil menolak harta, tetapi pilihannya memperlihatkan siapa yang ia percayai sebelum Tuhan memperhitungkan imannya sebagai kebenaran.

“Lalu percayalah Abram kepada TUHAN, maka TUHAN memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran.”

Kejadian 15:6

Kita sering mendengar ayat emas ini. Tetapi tahukah Anda apa yang terjadi persis sebelum Tuhan menyatakan bahwa Abram adalah orang yang benar di mata Tuhan?

Abram baru saja memenangkan pertempuran besar dan berdiri di sebuah persimpangan spiritual. Ia berhadapan langsung dengan dua orang raja yang membawa dua tawaran yang bertolak belakang:

01

Raja Salem (Melchizedek)

02

Raja Sodom (Bera)

03

Bayangan/Gambar Rohani di Balik Bahasa Asli (Ibrani)

Jika kita membaca kalimat Raja Sodom dalam teks aslinya, maknanya bisa membuat bulu kuduk kita merinding:
(Ten-li ha-nephesh, ve-ha-rekhush kakh-lakh.)

Secara harafiah, akar kata yang digunakan adalah:

Maka, pembacaan alternatif dari ucapan si Raja Sodom ini adalah:

“Si Jahat berkata kepada Abram: ‘Berikan padaku jiwa, dan ambillah kekayaan dunia untuk dirimu.’”

04

Refleksi Untuk Kita Hari Ini

Pertemuan Abram dengan kedua raja ini bukan sekadar sejarah masa lalu, melainkan simbolisme pilihan hidup yang kita hadapi.

Abram menolak Sodom mentah-mentah (“Aku tidak akan mengambil seutas benang atau tali kasut pun...”), dan hal itu pastinya mensukakan hati Tuhan, karena setelah kejadian itu (Kej 15:1) Tuhan ber Firman kepada Abram dalam penglihatan “...upahmu akan sangat besar.”

Saya sungguh berharap semoga hal baru ini membuka wawasanmu betapa kayanya Alkitab yang Tuhan berikan bagi kita sehingga kita tak henti-hentinya mencari begitu banyak hal baik yang Tuhan sudah sediakan bagi kita.

God bless you, family in Christ!

LANJUTKAN PERJALANAN

Temukan renungan lain untuk langkah hidupmu.

Kembali ke semua renungan