Abram baru saja memenangkan pertempuran besar dan berdiri di sebuah persimpangan spiritual. Ia berhadapan langsung dengan dua orang raja yang membawa dua tawaran yang bertolak belakang:
Raja Salem (Melchizedek)
- Arti Nama: “Raja Damai” dan Imam Allah Yang Maha Tinggi.
- Respon Abram: Abram memberikan persepuluhan dari segalanya. Ini adalah deklarasi iman yang radikal bahwa seluruh kemenangan, kekuatan, dan kegemilangannya berasal dari Tuhan.
Raja Sodom (Bera)
- Arti Nama: Dalam bahasa Ibrani, Bera berarti “Si Jahat” atau “Dalam Kejahatan”—sangat akurat dengan kondisi Sodom saat itu (Kejadian 13:13).
- Tawarannya: “Berikanlah kepadaku orang-orang itu, dan ambillah untukmu harta benda itu.” (Kejadian 14:21)
Bayangan/Gambar Rohani di Balik Bahasa Asli (Ibrani)
Jika kita membaca kalimat Raja Sodom dalam teks aslinya, maknanya bisa membuat bulu kuduk kita merinding:
(Ten-li ha-nephesh, ve-ha-rekhush kakh-lakh.)
Secara harafiah, akar kata yang digunakan adalah:
- Bera: Si Jahat.
- Ha-Nephesh: Jiwa / Nyawa / Nafas Kehidupan.
- Ve-ha-rekhush: Kekayaan / Harta benda / Materi.
Maka, pembacaan alternatif dari ucapan si Raja Sodom ini adalah:
“Si Jahat berkata kepada Abram: ‘Berikan padaku jiwa, dan ambillah kekayaan dunia untuk dirimu.’”
Refleksi Untuk Kita Hari Ini
Pertemuan Abram dengan kedua raja ini bukan sekadar sejarah masa lalu, melainkan simbolisme pilihan hidup yang kita hadapi.
- Apakah kita mau menundukkan diri kepada Raja Damai, mengakui otoritas-Nya, dan mempersembahkan hidup kita?
- Atau kita mau tergiur dengan kekayaan Sodom yang ditawarkan Si Jahat dengan bayaran jiwa kita?
Abram menolak Sodom mentah-mentah (“Aku tidak akan mengambil seutas benang atau tali kasut pun...”), dan hal itu pastinya mensukakan hati Tuhan, karena setelah kejadian itu (Kej 15:1) Tuhan ber Firman kepada Abram dalam penglihatan “...upahmu akan sangat besar.”
Saya sungguh berharap semoga hal baru ini membuka wawasanmu betapa kayanya Alkitab yang Tuhan berikan bagi kita sehingga kita tak henti-hentinya mencari begitu banyak hal baik yang Tuhan sudah sediakan bagi kita.
God bless you, family in Christ!

