Buku Resep di Hari Pernikahan
Di hari pernikahan saya, saya memberikan sebuah buku resep kue apel kepada istri saya dan berkata, “Kalau kamu bisa mengikuti resep ini dengan sempurna selama 40 tahun ke depan, baru aku akan menerimamu, mencintaimu, dan memberikanmu tempat di rumahku.”
Tentu saja dia akan melempar buku itu ke muka saya! Itu adalah sebuah penghinaan.
Hidup dalam Ketakutan
Tapi ironisnya, seperti itulah jutaan orang memandang Tuhan. Mereka berpikir: “Kalau saya rajin ibadah dan melakukan semua aturan, mungkin—baru mungkin—Tuhan akan menerima saya di akhir nanti.” Hidup mereka penuh ketakutan karena mereka tidak pernah tahu apakah “kue” yang mereka panggang sudah cukup sempurna bagi Tuhan.
Penerimaan di Awal
Hubungan yang sejati tidak berjalan seperti itu. Pernikahan saya tidak dimulai dengan ujian, melainkan dengan komitmen rasa percaya dan penerimaan di awal. Istri saya memasak bukan untuk mendapatkan penerimaan saya, tetapi karena dia sudah saya terima.
Inti Pesan Kristiani
Inilah inti dari pesan Kristiani yang unik: Yesus tidak berkata, “Lakukan semua performa ini, baru Aku terima.” Dia menawarkan pengampunan dan penerimaan instan bagi siapa saja yang percaya kepada-Nya. Perbuatan baik kita bukanlah syarat untuk memenangkan hati-Nya, melainkan sebuah respons penuh syukur atas hubungan yang sudah aman terjalin sejak awal.
Happy Sunday Family of Christ. 😇🙏

